Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label LIBERALISME. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIBERALISME. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2012

DEMOKRASI: DEFINISI PENGERTIAN PAHAM DEMOKRASI (ETIMOLOGI DAN TERMINOLOGI)

Definisi atau Pengertian Paham Demokrasi - Secara etimologi pengertiandemokrasi berasal dari bahasa Yunani, yakni “demos” yang artinya rakyat dan“kratos/kratein” artinya kekuasaan/ berkuasa. Jadi demokrasi adalah kekuasaanada ditangan rakyat.

Dalam hal ini demokrasi berasal daripengertian bahwa kekuasaan ada di tangan rakyat. Maksudnya kekuasaan yang baikadalah kekuasaan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Sejarah demokrasi berasal darisistem yang berlaku di negara-negara kota (city state) Yunani Kuno pada abad ke6 sampai dengan ke 3 sebelum masehi. Waktu itu demokrasi yang dilaksanakanadalah demokrasi langsung yaitu suatu bentuk pemerintahan dimana hak untukmembuat keputusan politik dan dijalankan secara langsung oleh seluruh warganegaranya yang bertindak berdasarkan prosedur mayoritas hal tersebutdimungkinkan karena negara kota mempunyai wilayah yang relatif sempit danjumlah penduduk tidak banyak (kurang lebih 300 ribu jiwa). Sedangkan waktu itutidak semua penduduk mempunyai hak :
  • bersifat langsung dari demokrasi Yunani Kuno dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung dalam kondisi sederhana, wilayahnya terbatas serta jumlah penduduknya sedikit (kurang lebih 300 ribu jiwa dalam satu kota).
    Ketentuan demokrasi yang hanya berlaku untuk warga negara resmi.
  • Hanya bagian kecil dari penduduk.
Gagasan demokrasi Yunani hilang daridunia Barat ketika Romawi Barat dikalahkakn oleh suku German. Dan Eropa Baratmemasukkan Abad Pertengahan (AP).

Abad pertengahan di Eropa Baratdicirikan oleh struktur total yang feodal (hubungan antara Vassal dan Lord).Kehidupan sosial dan spiritual dikuasai Paus dan pejajabat agama lawuja.Kehidupan politiknya ditandai oleh perebutan kekuasaan antar bangsawan.

Dari sudut perkembangan demokrasi AP menghasilkan dokumen penting yaitu MagnaCharta 1215. Ia semacam contoh antara bangsawan Inggris dengan Rajanya yatu John.Untuk pertama kali seorang raja berkuasa mengikatkan diri untuk mengakui danmenjamin beberapa hak bawahannya.

Mungkin Anda belum tahu siapapemikir-pemikir yang mendukung berkembangnya demokrasi. pemikir-pemikir yangmendukung berkembangnya demokrasi antara lain: John Locke dari Inggris(1632-1704) dan Mostesquieu dari Perancis (1689-1755).

Menurut Locke hak-hak politikmencakup atas hidup, hak atas kebebasan dan hak untuk mempunyai milik (life,liberty and property).

Montesquieu, menyusun suatu sistemyang dapat menjamin hak-hak politik dengan pembatasan kekuasaan yang dikenaldengan Trias Politica.

Trias Politica menganjurkanpemisahan kekuasaan, bukan pembagian kekuasaan. Ketiganya terpisah agar tidakada penyalahgunaan wewenang. Dalam perkembangannya konsep pemisahan kekuasaansulit dilaksanakan, maka diusulkan perlu meyakini adanya keterkaitan antaratiga lembaga yaitu eksekutif, yudikatif dan legislatif.

Pengaruh paham demokrasi terhadapkehidupan masyarakat cukup besar, contohnya:
  • perubahan sistem pemerintahan di Perancis melalui revolusi.
  • revolusi kemerdekaan Amerika Serikat (membebaskan diri dari dominasi Inggris).
Saat ini demokrasi telah digunakansebagai dasar dalam sistem pemerintahan di berbagai negara, termasuk denganIndonesia. Di Indonesia istilah demokrasi ada kalanya digandengkan dengan kataLiberal, Terpimpin dan Pancasila.

Seringkah Anda mendengar kata-katatersebut?

Namun perlu Anda ketahui, bahwa disana terdapat perbedaan aliran pemikiran dalam penerapannya. Perbedaan itu menimbulkanberbagai macam penerapan pemerintahan.

Macam-macam demokrasi pemerintahanyang dianut oleh berbagi bangsa di dunia adalah demokrasi parlementer,demokrasi dengan pemisahan kekuasaan dan demokrasi melalui referendum. Marilahkita bahas satu-persatu.

1. Demokrasi Parlementer, adalah suatudemokrasi yang menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi dari padabadan eksekutif. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri.Perdana menteri dan menteri-menteri dalam kabinet diangkat dan diberhentikanoleh parlemen. Dalam demokrasi parlementer Presiden menjabat sebagai kepalanegara.
2. Demokrasi dengan sistem pemisahankekuasaan, dianut sepenuhnya oleh Amerika Serikat. Dalam sistem ini, kekuasaanlegislatif dipegang oleh Kongres, kekuasaan eksekutif dipegang Presiden, dankekuasaan yudikatif dipegang oleh Mahkamah Agung.

Dengan adanya pemisahan kekuasaan seperti itu, akan menjamin keseimbangan danmenghindari penumpukan kekuasaan dalam pemerintah.
3.     Demokrasi melalui Referendum
Yang paling mencolok dari sistem demokrasi melalui referendum adalah pengawasandilakukan oleh rakyat dengan cara referendum. Sistem referendum menunjukkansuatu sistem pengawasan langsung oleh rakyat. Ada 2 cara referendum, yaitureferendum obligator dan fakultatif.

Referendum obligator atau wajib lebih menekankan pada pemungutan suararakyat yang wajib dilakukan dalam merencanakan pembentukan UUD negara,sedangkan referendum fakultatif, menenkankan pada pungutan suara tentangrencana undang-undang yang sifatnya tidak wajib.

Baca juga:


Definisi atau Pengertian Paham Liberalisme dan Kapitalisme Modern
Definisi atau Pengertian Paham Nasionalisme

Read More →

LIBERALISME: DEFINISI PENGERTIAN PAHAM LIBERALISME DAN KAPITALISME MODERN

Liberalisme - Liberalisme dapat diartikan sebagaipaham kebebasan, yaitu paham yang menghendaki adanya kebebasan individu,sebagai titik tolak dan sekaligus tolok ukur dalam interaksi sosial.

Pengertian tersebut dapat dipahamidari konteks kelahirannya di Eropa.

Apakah yang dimaksud dengankebebasan individu di sini? Untuk lebih jelasnya ikutilah uraian berikutnya.

Menurut paham liberal, individumempunyai kedudukan sangat fundamental, maka kebebasan individu harus dijamin.

Sebagai reaksi terhadap kondisizamannya, liberalisme mulanya berorientasi pada kebebasan politik, kemerdekaanagama dan ekonomi.
  • Pada kehidupan agama, liberalisme dimulai pada masa Renaisanse yang memperjuangkan kebebasan manusia dari kungkungan gereja/agama.
  • Pada kehidupan ekonomi, liberalisme menentang monopoli atau campur tangan pemerintah dalam berusaha, dengan kata lain menuntut ekonomi bebas. Semboyan mereka : Laisser Faire, Laisser Passer, Le Monde Va De Lui- Meme". (Produksi bebas, perdagangan bebas, hukum kodrat kalau akan menyelengarakan harmoni dunia). Dan nasionalisme menurut adanya UUD Pendidikan Umum, kemerdekaan pers, kemerdekaan berbicara, kemerdekaan mengeluarkan pendapat, dan beragama. Liberalisme merupakan antitesis dari sistem perdagangan yang menggunakan sistem merkhantilisme. Pedagang besar sering disebut borjuis, mereka ingin memperoleh kebebasan dalam melakukan usaha. Pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran. Mereka menyatakan bahwa pemerintahan yang paling baik seharusnya paling sedikit ikut campur dalam bidang ekonomi. Pandangan ini dikemukakan oleh Adam Smith (Bapak Ekonomi liberal kapitalis) yang menyatakan bahwa hukum pasar akan diatur oleh “ invisible hands”.

    Negara menurut paham liberalisme tradisional fungsinya sebagai penjaga malam. Dalam sistem liberalisme peluang tumbuhnya sistem kapitalisme sangat besar. Sejak timbulnya kapitalisme dan kemenangan paham liberalisme, imperialisme barat berubah menjadi imperialisme modern.

    Ciri imperialisme modern adalah:
    • Daerah jajahan sebagai pensuplai bahan baku.
    • Masyarakat jajahan sebagai sasaran penjualan hasil produksi.
  • Pada kehidupan politik melahirkan pengertian tentang negara yang demokrasi. Pada bidang politik penganut ajaran liberalisme menginginkan adanya pembatasan kekuasaan negara. Monarki absolut dianggap tidak relevan. Dalam bidang ini liberalisme berkaitan dengan demokrasi.
Dalam hubungannya denganperkembangan nasionalisme di negara Asia – Afrika, liberalisme memberikangambaran kontradiktif dari bangsa penjajah (Eropa pada waktu itu). Hal ini berartidi satu sisi mendengungkan kebebasan, namun di daerah jajahan sama sekali tidakmemberi kebebasan pada bangsa yang dijajah.

Liberalisme muncul di Eropa abad ke17, memuncak pada abad ke 19 dan tenggalam pada abad ke 20. Istilah liberalismeini berasal dari kata liberales (bahasa Spanyol), yaitu nama partai pada abadke-19 yang memperjuangkan pemerintahan konstitusional untuk Spanyol. Waktu itumasyarakat Eropa ingin berontak terhadap kehidupan politik, budaya serta agamayang cenderung bersifat absolut. Masyarakat ingin membebaskan diri daribelenggu absolutisme yang diciptakan golongan bangsawan dan agamawan.
Baca juga:


Definisi atau Pengertian Paham Liberalisme dan Kapitalisme Modern
 
 
 
 
Definisi atau Pengertian Paham Nasionalisme

Read More →