Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label DEFINISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DEFINISI. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2012

Pengertian Homofon, Homonim, Homograf | Definisi

Pengertian homonim

Kata homonim berasal dari kata homo yang berarti sama dan nym berarti nama, homo dapat diartikan sama nama, sama bunyu, sebunyi, tetapi berbeda makna.

Sebagai contoh :

-  Syah = Raja
  Syah = kepala (pemimpin)
- buku = ruas
  buku = kitab
- bandar = pelabuhan
  bandar = parit
 bandar = pemegang uang dalam perjudian


Pengertian Homofon

Homofon terdiri atas kata homo yang berarti sama, dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara. Homofon mempunyai pengertia sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna

Contoh kata yang berhomonim :

1. Halaman (halaman buku, halaman rumah)
2. baku (bahasa baku berarti bahasa standar, baku hantam berarti saling menghantam; baku berarti standar, saling)
3. bank (tempat menyimpan / menghutang uang), bang (berarti sebutan kakak laki-laki)

Pengertian Homograf

Homograf terdiri dari kata homo yang berarti sama  dan graf (graph) berarti tulisan. Homograf ditandai oleh kesamaan tulisan, berbeda bunyi, dan berbeda makna.

Contoh kata homograf bisa kamu lihat pada kalimat di bawah ini :

1.  Ia makan apel (buah) sesudah apel (upacara ) dilapangan

2.  Pejabat teras (pejabat utama) itu duduk santai di teras (lantai depan rumah) sambil membaca berita di koran tentang pertanian di daerah teras (bidang tanah datar yang miring di perbukitan)

3.  Polisi serang (mendatangi untuk menyerang) penjahat di Kabupaten Serang (nama tempat). Serangan jantung (penyakit jantung yang mendadak) melanda orang tua yang tidak pernah berolah raga.

Itulah penjelasan tentang homonim, homofon, dan homograf, semoga bisa kamu pahami dan memberikan manfaat bagi kamu yang membutuhkan.

sumber : buku bahasa indonesia oleh Widjono Hs.

Read More →

PENGERTIAN DEFINISI PENELITIAN DESKRIPTIF | DESCRIPTIVE RESEARCH

Pada postingan saya beberapa waktu sebelumnya saya sudah membagikan tentang Pendekatan Penelitian Kualitatif dan kuantitatif, paradigma penelitian,dan  Metode penelitian. Nah, kali ini saya ingin membagikan tentang Penelitian Deskriptif. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982 : 119). Penelitian Deskriptif ini juga sering disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini peneliti tidak melakukan kontrol dan manipulasi variabel penelitian. Dengan penelitian metode deskriptif, memungkinkan peneliti untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian deskriptif juga merupakan penelitian dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Pengertian Penelitian Deskriptif
Pada umumnya tujuan utama penelitian deskriptif adalah untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat. Dalam perkembangannya, akhir-akhir ini metode penelitian deskriptif banyak digunakan oleh peneliti karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian besar laporan penelitian dilakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia.

Di samping kedua alasan tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik bagi para peneliti muda, karena bentuknya sangat sederhana dengan mudah dipahami tanpa perlu memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui deskriptif mendalam atau dengan penelitian seting alami fenomenologis dan dilaporkan secara thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan antarvariabel yang lebih kompleks.

Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.

Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini. Dengan penelitian deskriptif, memungkinkan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan komparasi antar variabel.

Keunikan yang ada pada metode penelitian deskriptif antara lain seperti berikut:
  1. Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh responden yag sangat sedikit, akibatnya bias dalam membuat kesimpulan.
  2. Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, terkadang dalam pengumpulan data tidak memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat, sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
  3. Penelitian deskriptif juga membutuhkan permasalahan yang harus diindentifikasi dan dirumuskan dengan jelas, agar peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data ketika di lapangan.(source)
Baca Juga:
Pendekatan  Penelitian Kuanitatif dan Kualitatif



    Read More →

    Minggu, 26 Februari 2012

    JARINGAN PENGANGKUT (VASKULER) XILEM DAN FLOEM PADA TUMBUHAN

    Jaringanpengangkut (vaskuler) - Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi berupaxilem dan floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, serta unsur lain sepertiserabut xilem dan parenkim xilem.
     
    1) Xilem
     
    Umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati, dinding sangattebal tersusun dari zat lignin sehingga xylem berfungsi juga sebagai jaringanpenguat. Xilem berfungsi mengangkut air dari akar melewati batang dan menuju kedaun. Unsur xilem terdiri atas unsur trakeal, serabut xilem, dan parenkimxilem.
     
    2) Floem
     
    Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daunmenuju ke seluruh tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsurtapis, sel pengiring, parenkim floem, dan serabut floem. Berdasarkan posisixilem dan floem, berkas pengangkut dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitukolateral, konsentris, dan radial.
     
          1) Tipe kolateral

    Berkas pengangkut disebut kolateral jika berkas pengangkutxilem dan floem terletak berdampingan. Floem berada di bagian luar dari xilem.
    Tipe kolateral dibagi menjadi 2, yaitu kolateral terbukadan kolateral tertutup. Jika antara xilem dan floem terdapat kambium makadisebut kolateral terbuka. Kolateral terbuka dijumpai pada dicotyledon dangymnospermae.  Pada kolateral tertutup, antara xilem dan floem tidakterdapat kambium misal pada monocotyledon.
     
          2) Tipe konsentris

    Tipe berkas pengangkut disebut konsentris apabila xylemdikelilingi floem atau sebaliknya.
     
          3) Tipe radial

    Disebut tipe radial apabila xilem dan floem letaknyabergantian menurut jari-jari lingkaran. Contoh pada akar monocotyledon.


    Read More →

    Sabtu, 25 Februari 2012

    DEMOKRASI: DEFINISI PENGERTIAN PAHAM DEMOKRASI (ETIMOLOGI DAN TERMINOLOGI)

    Definisi atau Pengertian Paham Demokrasi - Secara etimologi pengertiandemokrasi berasal dari bahasa Yunani, yakni “demos” yang artinya rakyat dan“kratos/kratein” artinya kekuasaan/ berkuasa. Jadi demokrasi adalah kekuasaanada ditangan rakyat.

    Dalam hal ini demokrasi berasal daripengertian bahwa kekuasaan ada di tangan rakyat. Maksudnya kekuasaan yang baikadalah kekuasaan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

    Sejarah demokrasi berasal darisistem yang berlaku di negara-negara kota (city state) Yunani Kuno pada abad ke6 sampai dengan ke 3 sebelum masehi. Waktu itu demokrasi yang dilaksanakanadalah demokrasi langsung yaitu suatu bentuk pemerintahan dimana hak untukmembuat keputusan politik dan dijalankan secara langsung oleh seluruh warganegaranya yang bertindak berdasarkan prosedur mayoritas hal tersebutdimungkinkan karena negara kota mempunyai wilayah yang relatif sempit danjumlah penduduk tidak banyak (kurang lebih 300 ribu jiwa). Sedangkan waktu itutidak semua penduduk mempunyai hak :
    • bersifat langsung dari demokrasi Yunani Kuno dapat diselenggarakan secara efektif karena berlangsung dalam kondisi sederhana, wilayahnya terbatas serta jumlah penduduknya sedikit (kurang lebih 300 ribu jiwa dalam satu kota).
      Ketentuan demokrasi yang hanya berlaku untuk warga negara resmi.
    • Hanya bagian kecil dari penduduk.
    Gagasan demokrasi Yunani hilang daridunia Barat ketika Romawi Barat dikalahkakn oleh suku German. Dan Eropa Baratmemasukkan Abad Pertengahan (AP).

    Abad pertengahan di Eropa Baratdicirikan oleh struktur total yang feodal (hubungan antara Vassal dan Lord).Kehidupan sosial dan spiritual dikuasai Paus dan pejajabat agama lawuja.Kehidupan politiknya ditandai oleh perebutan kekuasaan antar bangsawan.

    Dari sudut perkembangan demokrasi AP menghasilkan dokumen penting yaitu MagnaCharta 1215. Ia semacam contoh antara bangsawan Inggris dengan Rajanya yatu John.Untuk pertama kali seorang raja berkuasa mengikatkan diri untuk mengakui danmenjamin beberapa hak bawahannya.

    Mungkin Anda belum tahu siapapemikir-pemikir yang mendukung berkembangnya demokrasi. pemikir-pemikir yangmendukung berkembangnya demokrasi antara lain: John Locke dari Inggris(1632-1704) dan Mostesquieu dari Perancis (1689-1755).

    Menurut Locke hak-hak politikmencakup atas hidup, hak atas kebebasan dan hak untuk mempunyai milik (life,liberty and property).

    Montesquieu, menyusun suatu sistemyang dapat menjamin hak-hak politik dengan pembatasan kekuasaan yang dikenaldengan Trias Politica.

    Trias Politica menganjurkanpemisahan kekuasaan, bukan pembagian kekuasaan. Ketiganya terpisah agar tidakada penyalahgunaan wewenang. Dalam perkembangannya konsep pemisahan kekuasaansulit dilaksanakan, maka diusulkan perlu meyakini adanya keterkaitan antaratiga lembaga yaitu eksekutif, yudikatif dan legislatif.

    Pengaruh paham demokrasi terhadapkehidupan masyarakat cukup besar, contohnya:
    • perubahan sistem pemerintahan di Perancis melalui revolusi.
    • revolusi kemerdekaan Amerika Serikat (membebaskan diri dari dominasi Inggris).
    Saat ini demokrasi telah digunakansebagai dasar dalam sistem pemerintahan di berbagai negara, termasuk denganIndonesia. Di Indonesia istilah demokrasi ada kalanya digandengkan dengan kataLiberal, Terpimpin dan Pancasila.

    Seringkah Anda mendengar kata-katatersebut?

    Namun perlu Anda ketahui, bahwa disana terdapat perbedaan aliran pemikiran dalam penerapannya. Perbedaan itu menimbulkanberbagai macam penerapan pemerintahan.

    Macam-macam demokrasi pemerintahanyang dianut oleh berbagi bangsa di dunia adalah demokrasi parlementer,demokrasi dengan pemisahan kekuasaan dan demokrasi melalui referendum. Marilahkita bahas satu-persatu.

    1. Demokrasi Parlementer, adalah suatudemokrasi yang menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi dari padabadan eksekutif. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri.Perdana menteri dan menteri-menteri dalam kabinet diangkat dan diberhentikanoleh parlemen. Dalam demokrasi parlementer Presiden menjabat sebagai kepalanegara.
    2. Demokrasi dengan sistem pemisahankekuasaan, dianut sepenuhnya oleh Amerika Serikat. Dalam sistem ini, kekuasaanlegislatif dipegang oleh Kongres, kekuasaan eksekutif dipegang Presiden, dankekuasaan yudikatif dipegang oleh Mahkamah Agung.

    Dengan adanya pemisahan kekuasaan seperti itu, akan menjamin keseimbangan danmenghindari penumpukan kekuasaan dalam pemerintah.
    3.     Demokrasi melalui Referendum
    Yang paling mencolok dari sistem demokrasi melalui referendum adalah pengawasandilakukan oleh rakyat dengan cara referendum. Sistem referendum menunjukkansuatu sistem pengawasan langsung oleh rakyat. Ada 2 cara referendum, yaitureferendum obligator dan fakultatif.

    Referendum obligator atau wajib lebih menekankan pada pemungutan suararakyat yang wajib dilakukan dalam merencanakan pembentukan UUD negara,sedangkan referendum fakultatif, menenkankan pada pungutan suara tentangrencana undang-undang yang sifatnya tidak wajib.

    Baca juga:


    Definisi atau Pengertian Paham Liberalisme dan Kapitalisme Modern
    Definisi atau Pengertian Paham Nasionalisme

    Read More →

    SOSIALISME: DEFINISI PENGERTIAN PAHAM SOSIALISME DAN TOKOH-TOKOH

    Definisi atau Pengertian Paham Sosialisme - Sosialisme adalah paham yangbertujuan membentuk negara kemakmuran dengan usaha kolektif yang produktif danmembatasi milik perseorangan.

    Titik berat paham ini padamasyarakat bukan pada individu sebagai suatu aliran pemikiran / paham tidakdapat dilepaskan dari pengaruh “liberalisme”.

    Inti dari paham sosialisme adalahsuatu usaha untuk mengatur masyarakat secara kolektif. Artinya semua individuharus berusaha memperoleh layanan yang layak demi terciptanya suatu kebahagiaanbersama. Hal ini berkaitan dengan hakikat manusia yang bukan sekedar untukmemperoleh kebebasan, tetapi manusia juga harus saling tolong-menolong.

    Ciri utama sosialisme adalahpemerataan sosial dan penghapusan kemiskinan. Ciri ini merupakan salah satufaktor pendorong berkembangnya sosialisme. Hal ini ditandai dengan penentanganterhadap ketimpangan kelas-kelas sosial yang terjadi pada negara feodal.
    Sosialisme yang kita kenal sekarangini timbul sebagian besar sebagai reaksi terhadap liberalisme abad ke 19.Pendukung liberalisme abad ke 19 adalah kelas menengah yang memiliki industri,perdagangan dan pengaruh mereka di pemerintahan besar akibatnya kaum buruhterlantar.

    Tokoh-tokoh sosialisme diantaranyaadalah Thomas Uoge, Robert Owen, Saint Simon, Karl Heinrich Marx dan Proudhon. Namun yang akan saya bahas disini hanya 2 yaitu:

    1.     RobertOwen (1881 – 1858)
    Berasal dari Inggris, merupakan tokoh pertama yang mengembangkan benihbenihpemikiran sosialisme. Semasa hidupnya, Owen selalu memperhatikan nasib orangkecil/ buruh pabrik.

    Bagaimanakah dengan pemikiran Owen tentang sosialisme? Silahkan Anda lanjutkanmembaca uraian ini.

    Pemikirannya tentang sosialisme dituangkan dalam buku berjudul “A View ofSociety, an Essay on the Formation of human Character”. Dalam bukunya tersebut,ia menyatakan bahwa lingkungan sosial berpengaruh pada pembentukan karaktermanusia. Ia berusaha mencari caranya dengan meningkatkan kesejahteraanpekerjanya.
    2.     KarlHeinrich Marx (1818 – 1883)

    Ia menciptakan sosialisme yang didasarkan atas ilmu pengetahuan.
    Dikenal sebagai teoritikus dan organisator gerakan sosialisme di Jerman. Iamengembangkan sosialisme secara radikal. Karya Karl Marx yang terkenal adalah“Das Kapital” yang menyatakan bahwa sejarah manusia adalah sejarah perjuangankelas dan pemenang dari peperangan itu adalah kaum proletar ( kaum buruh ).

    Sosialisme pada masa penjajahan banyak mendapat simpati dari bangsa pribumi.Paham sosialisme semakin banyak berpengaruh setelah konsep ini dijadikansebagai salah satu senjata menghadapi kolonialisme dan imperialisme. Dinegara-negara Asia – Afrika, banyak pemimpin yang tertarik dengan ajaransosialisme.

    Baca juga:


    Definisi atau Pengertian Paham Liberalisme dan Kapitalisme Modern
    Definisi atau Pengertian Paham Nasionalisme

    Read More →

    LIBERALISME: DEFINISI PENGERTIAN PAHAM LIBERALISME DAN KAPITALISME MODERN

    Liberalisme - Liberalisme dapat diartikan sebagaipaham kebebasan, yaitu paham yang menghendaki adanya kebebasan individu,sebagai titik tolak dan sekaligus tolok ukur dalam interaksi sosial.

    Pengertian tersebut dapat dipahamidari konteks kelahirannya di Eropa.

    Apakah yang dimaksud dengankebebasan individu di sini? Untuk lebih jelasnya ikutilah uraian berikutnya.

    Menurut paham liberal, individumempunyai kedudukan sangat fundamental, maka kebebasan individu harus dijamin.

    Sebagai reaksi terhadap kondisizamannya, liberalisme mulanya berorientasi pada kebebasan politik, kemerdekaanagama dan ekonomi.
    • Pada kehidupan agama, liberalisme dimulai pada masa Renaisanse yang memperjuangkan kebebasan manusia dari kungkungan gereja/agama.
    • Pada kehidupan ekonomi, liberalisme menentang monopoli atau campur tangan pemerintah dalam berusaha, dengan kata lain menuntut ekonomi bebas. Semboyan mereka : Laisser Faire, Laisser Passer, Le Monde Va De Lui- Meme". (Produksi bebas, perdagangan bebas, hukum kodrat kalau akan menyelengarakan harmoni dunia). Dan nasionalisme menurut adanya UUD Pendidikan Umum, kemerdekaan pers, kemerdekaan berbicara, kemerdekaan mengeluarkan pendapat, dan beragama. Liberalisme merupakan antitesis dari sistem perdagangan yang menggunakan sistem merkhantilisme. Pedagang besar sering disebut borjuis, mereka ingin memperoleh kebebasan dalam melakukan usaha. Pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran. Mereka menyatakan bahwa pemerintahan yang paling baik seharusnya paling sedikit ikut campur dalam bidang ekonomi. Pandangan ini dikemukakan oleh Adam Smith (Bapak Ekonomi liberal kapitalis) yang menyatakan bahwa hukum pasar akan diatur oleh “ invisible hands”.

      Negara menurut paham liberalisme tradisional fungsinya sebagai penjaga malam. Dalam sistem liberalisme peluang tumbuhnya sistem kapitalisme sangat besar. Sejak timbulnya kapitalisme dan kemenangan paham liberalisme, imperialisme barat berubah menjadi imperialisme modern.

      Ciri imperialisme modern adalah:
      • Daerah jajahan sebagai pensuplai bahan baku.
      • Masyarakat jajahan sebagai sasaran penjualan hasil produksi.
    • Pada kehidupan politik melahirkan pengertian tentang negara yang demokrasi. Pada bidang politik penganut ajaran liberalisme menginginkan adanya pembatasan kekuasaan negara. Monarki absolut dianggap tidak relevan. Dalam bidang ini liberalisme berkaitan dengan demokrasi.
    Dalam hubungannya denganperkembangan nasionalisme di negara Asia – Afrika, liberalisme memberikangambaran kontradiktif dari bangsa penjajah (Eropa pada waktu itu). Hal ini berartidi satu sisi mendengungkan kebebasan, namun di daerah jajahan sama sekali tidakmemberi kebebasan pada bangsa yang dijajah.

    Liberalisme muncul di Eropa abad ke17, memuncak pada abad ke 19 dan tenggalam pada abad ke 20. Istilah liberalismeini berasal dari kata liberales (bahasa Spanyol), yaitu nama partai pada abadke-19 yang memperjuangkan pemerintahan konstitusional untuk Spanyol. Waktu itumasyarakat Eropa ingin berontak terhadap kehidupan politik, budaya serta agamayang cenderung bersifat absolut. Masyarakat ingin membebaskan diri daribelenggu absolutisme yang diciptakan golongan bangsawan dan agamawan.
    Baca juga:


    Definisi atau Pengertian Paham Liberalisme dan Kapitalisme Modern
     
     
     
     
    Definisi atau Pengertian Paham Nasionalisme

    Read More →

    NASIONALISME: DEFINISI PENGERTIAN PAHAM NASIONALISME

    Nasionalisme - Istilah nasionalisme, liberalisme,sosialisme dan demokrasi merupakan paham-paham baru yang berkembang di Eropa.Paham-paham tersebut muncul sebagai akibat terjadinya Revolusi Industri danRevolusi Perancis.

    Menurut Louis Snyder nasionalismemerupakan campuran dari gagasan yang mengandung faktor-faktor politik,ekonomi, sosial dan budaya sehingga menyatu pada taraf tertentu dalam suatukurun sejarah.

    Menurut Otto Bouer pahamnasionalisme muncul oleh adanya persamaan sikap dan tingkah laku dalammemperjuangkan nasib yang sama.

    Dua tokoh terakhir mempunyaikesamaan pendapat bahwa nasionalisme suatu bangsa lahir akibat adanya faktorkemanusiaan.

    Nasionalisme adalah paham padamulanya unsur-unsur pokok nasionalisme terdiri atas persaudaraan darah/keturunan, suku bangsa, tempat tinggal, agama, bahasa dan budaya. Kemudianberubah dengan masuknya dua unsur yaitu persamaan hak bagisetiap orang untukmemegang persamaan dalam masyarakatnya serta adanya persamaan kepentingan dalambidang ekonomi.

    Aspek mendasar timbulnyanasionalisme adalah aspek sejarah. Melalui aspek sejarah biasanya suatu bangsamemiliki rasa senasib sepenanggungan serta harapan untuk menggapai masa depanyang lebih baik. Dengan demikian nasionalisme adalah sikap politik dan sikapsosial suatu kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan budaya, wilayah, tujuandan cita-cita.

    Nasionalisme sebagai suatu peristiwasejarah, selalu bersifat kontekstual (artinya meruang dan mewaktu), sehingganasionalisme di suatu daerah dengan daerah lain atau antar zaman tidaklah sama.Misalnya saja bagi negara yang sudah lama merdeka, nasionalisme dapat mengarahpada imperialisme. Biasanya nasionalismenya bersifat konservatif. Bagi negarasemacam ini akan mempersulit timbulnya nasionalisme di daerah-daerahjajahannya. Sedangkan bagi negara yang masih terbelenggu imperialisme dijajahnasionalisme bersifat revolusioner dan progresif. Dengan demikian nasionalismesarat dengan kepentingan suatu bangsa. Tumbuh dan berkembangnya nasionalismesangat dipengaruhi oleh nasionalisme yang dianut kelompok dominan suatu bangsa.

    Gerakan ultransionalisme inidiwujudkan dalam bentuk menguasai bangsabangsa lain. Contohnya bangsa Belandayang menjajah bangsa Indonesia, bangsa Inggris yang menjajah India dsb.

    Selain adanya gerakanultransionalisme, nasionalisme dapat pula mengarah pada chauvinisme, yaitupaham yang menganggap dirinya sebagai suatu bangsa yang terbaik. Disatu sisi,nasionalisme akan memberi suatu kepercayaan diri yang kuat. Contoh Jerman padawaktu diperintah Adolf Hitler.


    Baca juga:


    Definisi atau Pengertian Paham Liberalisme dan Kapitalisme Modern
     
     
     
     


    Read More →

    KEMUNCULAN PAHAM NASIONALISME DI INDONESIA

    KEMUNCULANNASIONALISME DI INDONESIA - Sejak abad 19 danabad 20 muncul benih-benih nasionalisme pada bangsa Asia Afrika khususnyaIndonesia. Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya nasionalisme :

    1) Faktor dari dalam (internal)

    a. Kenangan kejayaan masa lampau

    Bangsa-bangsa Asia dan Afrika sudah pernahmengalami masa kejayaan sebelum masuk dan berkembangnya imperialisme dankolonialisme barat. Bangsa India, Indonesia, Mesir, dan Persia pernah mengalamimasa kejayaan sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Kejayaan masa lampaumendorong semangat untuk melepaskan diri dari penjajahan. Bagi Indonesiakenangan kejayaan masa lampau tampak dengan adanya kenangan akan kejayaan padamasa kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Dimana pada masa Majapahit, mereka mampumenguasai daerah seluruh nusantara, sedangkan masa Sriwijaya mampu berkuasa dilautan karena maritimnya yang kuat.

    b. Perasaan senasib dan sepenanggungan akibatpenderitaan dan kesengsaraan masa penjajahan

    Penjajahan yang dilakukan oleh bangsa-bangsaEropa terhadap bangsa Asia, Afrika mengakibatkan mereka hidup miskin danmenderita sehingga mereka ingin menentang imperialisme barat.

    c. Munculnya golongan cendekiawan

    Perkembangan pendidikan menyebabkan munculnyagolongan cendekiawan baik hasil dari pendidikan barat maupun pendidikanIndonesia sendiri. Mereka menjadi penggerak dan pemimpin munculnya organisasipergerakan nasional Indonesia yang selanjutnya berjuang untuk melawanpenjajahan.

    d. Paham nasionalis yang berkembang dalambidang politik, sosial ekonomi, dan kebudayaan

    • Dalam bidang politik, tampak dengan upayagerakan nasionalis menyuarakan aspirasi masyarakat pribumi yang telah hidupdalam penindasan dan penyelewengan hak asasi manusia. Mereka inginmenghancurkan kekuasaan asing/kolonial dari Indonesia.
    • Dalam bidang ekonomi, tampak denganadanya usaha penghapusan eksploitasi ekonomi asing. Tujuannya untuk membentukmasyarakat yang bebas dari kesengsaraan dan kemelaratan untuk meningkatkantaraf hidup bangsa Indonesia.
    • Dalam bidang budaya, tampak dengan upayauntuk melindungi, memperbaiki dan mengembalikan budaya bangsa Indonesia yanghampir punah karena masuknya budaya asing di Indonesia. Para nasionalisberusaha untuk memperhatikan dan menjaga serta menumbuhkan kebudayaan aslibangsa Indonesia.

    2) Faktor dari luar (eksternal)

    a. Kemenangan Jepang atas Rusia (1905)

    1904-1905 Jepang melawan Rusia dan tentaraJepang berhasil mengalahkan Rusia. Hal ini dikarenakan, modernisasi yangdilakukan jepang yang telah membawa kemajuan pesat dalam berbagai bidang bahkandalam bidang militer. Awalnya dengan kekuatan yang dimiliki tersebut Jepangmampu melawan Korea tetapi kemudian dia melanjutkan ke Manchuria dan beberapadaerah di Rusia. Keberhasilan Jepang melawan Rusia inilah yang mendorong lahirnyasemangat bangsa-bangsa Asia Afrika mulai bangkit melawan bangsa asing dinegerinya.

    b. Perkembangan Nasionalisme di BerbagaiNegara

    • Pergerakan Kebangsaan India
    India untuk menghadapi Inggris membentukorganisasi kebangsaan dengan nama ”All India National Congres”. Tokohnya,Mahatma Gandhi, Pandit Jawaharlal Nehru, B.G. Tilak,dsb. Mahatma Gandhimemiliki dasar perjuangan :

    1. Ahimsa (dilarang membunuh) yaitu gerakananti peperangan 
    2. Hartal, merupakan gerakan dalam bentukasli tanpa berbuat apapun walaupun mereka tetapi masuk kantor atau pabrik 
    3. Satyagraha merupakan gerakan rakyat Indiauntuk tidak bekerja sama dengan pemerintah kolonial Inggris. 
    4. Swadesi merupakan gerakan rakyat Indiauntuk memakai barang-barang buatan negeri sendiri
    Selain itu adanya pendidikan Santiniketanoleh Rabindranath Tagore

    • Gerakan Kebangsaan Filipina
    Digerakkan oleh Jose Rizal dengan tujuanuntuk mengusir penjajah bangsa Spanyol di Wilayah Filipina. Jose ditangkaptanggal 30 September 1896 dijatuhi hukuman mati. Akhirnya dilanjutkan EmilioAquinaldo yang berhasil memproklamasikan kemerdekaan Filipina tanggal 12 Juni1898 tetapi Amerika Serikat berhasil menguasai Filipina dari kemerdekaan barudiberikan Amerika Serikat pada 4 Juli 1946.
    • Gerakan Nasionalis Rakyat Cina
    Gerakan ini dipimpin oleh Dr. Sun Yat Sen,yang mengadakan pembaharuan dalam segala sektor kehidupan bangsa Cina. Diamenentang kekuasaan Dinasti Mandsyu. Dasar gerakan San Min Chu I:
    1. Republik Cina adalah suatu negara nasionalCina 
    2. Pemerintah Cina disusun atas dasardemokrasi (kedaulatan berada di tanggan rakyat.
    3.  Pemerintah Cina mengutamakan kesejahteraansosial bagi rakyatnya.
    Apa yang dilakukan oleh Dr. Sun Yat Sensangat besar pengaruhnya terhadap pergerakan rakyat Indonesia. Terlebih lagisetelah terbentuknya Republik Nasionalis Cina (1911)

    • Pergerakan Turki Muda (1908)
    Dipimpin oleh Mustafa Kemal Pasha menuntutpembaharuan dan modernisasi di segala sektor kehidupan masyarakatnya. Ia inginagar dapat mengembangkan negerinya menjadi negara modern. Gerakan Turki Mudaini banyak mempengaruhi munculnya pergerakan nasional di Indonesia.
    • Pergerakan Nasionalisme Mesir
    Dipimpin oleh Arabi Pasha (1881-1882) dengantujuan menentang kekuasaan bangsa Eropa terutama Inggris atas negeri Mesir.Adanya pandangan modern dari Mesir yang dikemukakan oleh Muhammad Abduhmempengaruhi berdirinya organisasi-organisasi keagamaan di Indonesia sepertiMuhammaddiyah.

    Intinya dengan gerakan kebangsaan dariberbagai negara tersebut mendorong negara-negara lain termasuk Indonesia untukmelakukan hal yang sama yaitu melawan penjajahan dan kolonialisme di Negaranya.

    c. Munculnya Paham-paham baru

    Munculnya paham-paham baru di luar negeriseperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi dan pan islamisme jugamenjadi dasar berkembangnya paham-paham yang serupa di Indonesia. Perkembanganpaham-paham itu terlihat pada penggunaan ideologi-ideologi (paham) padaorganisasi pergerakan nasional yang ada di Indonesia.

    Baca juga:


    Definisi atau Pengertian Paham Liberalisme dan Kapitalisme Modern
     
     
     
     
    Definisi atau Pengertian Paham Nasionalisme

    Read More →

    Senin, 20 Februari 2012

    RESEARCH METHOD IN ELT: CONTOH RUMUSAN MASALAH

    RESEARCH METHOD IN ELT

    A.     LatarBelakang
    Implementasi pelajaran BahasaInggris di Sekolah Dasar pada jaman dewasa ini semakin berkembang danbervariasi dalam cara penyampaiannya. Begitu banyak metode yang digunakan agarpengajaran Bahasa Inggris menjadi menyenangkan.

    B.     Masalah
    Namun, sebagai guru BahasaInggris di salah satu SD di Tarakan, saya melihat secara langsung bagaimanasiswa saya sangat lemah dalam hal membaca atau reading. Ketika mereka saya mintauntuk membaca sebuah teks fungsional pendek, mereka lamban sekali dalammenyelesaikan sebuah bacaan singkat. Setelah saya mendalami jauh permasalahansiswa saya, saya kemudian mendapati bahwa mereka takut untuk membuat kesalahan.

    C.     Problemsolving
    Dari masalah yang timbul diatas,saya kemudian membuat strategi sederhana yaitu dengan metode Reading Race. Pertama, saya memcobamembaca bacaan tersebut secara lambat kemudian diulangi lagi dengan tempo yangcepat. Kedua, saya meminta mereka mengikuti saya kalimat demi kalimat sebanyakdua kali, lambat dan cepat. Langkah terakhir saya meminta mereka majuberdua-dua dan mereka berlomba membaca cepat tanpa perlu takut membuatkesalahan. Ternyata setelah melakukan metode sederhana ini, mereka tidak malulagi untuk membaca, bahkan membaca cepat, walaupun mereka melakukan kesalahan.

    D.     Refleksi
    Jika dalam melakukansuatu pekerjaan, seseorang harus memiliki 1001 cara untuk mengatasinya, makaseorang guru harusnya memiliki 2001 cara dalam menangani setiap masalah yang dihadapioleh siswa binaannya. Kita seharusnya menjadi guru yang mampu menyelamipermasalahan siswa dan mengeluarkan mereka dari sangkar permasalahan mereka.

    Read More →