Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label GURU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GURU. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2012

Pengertian Homofon, Homonim, Homograf | Definisi

Pengertian homonim

Kata homonim berasal dari kata homo yang berarti sama dan nym berarti nama, homo dapat diartikan sama nama, sama bunyu, sebunyi, tetapi berbeda makna.

Sebagai contoh :

-  Syah = Raja
  Syah = kepala (pemimpin)
- buku = ruas
  buku = kitab
- bandar = pelabuhan
  bandar = parit
 bandar = pemegang uang dalam perjudian


Pengertian Homofon

Homofon terdiri atas kata homo yang berarti sama, dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara. Homofon mempunyai pengertia sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna

Contoh kata yang berhomonim :

1. Halaman (halaman buku, halaman rumah)
2. baku (bahasa baku berarti bahasa standar, baku hantam berarti saling menghantam; baku berarti standar, saling)
3. bank (tempat menyimpan / menghutang uang), bang (berarti sebutan kakak laki-laki)

Pengertian Homograf

Homograf terdiri dari kata homo yang berarti sama  dan graf (graph) berarti tulisan. Homograf ditandai oleh kesamaan tulisan, berbeda bunyi, dan berbeda makna.

Contoh kata homograf bisa kamu lihat pada kalimat di bawah ini :

1.  Ia makan apel (buah) sesudah apel (upacara ) dilapangan

2.  Pejabat teras (pejabat utama) itu duduk santai di teras (lantai depan rumah) sambil membaca berita di koran tentang pertanian di daerah teras (bidang tanah datar yang miring di perbukitan)

3.  Polisi serang (mendatangi untuk menyerang) penjahat di Kabupaten Serang (nama tempat). Serangan jantung (penyakit jantung yang mendadak) melanda orang tua yang tidak pernah berolah raga.

Itulah penjelasan tentang homonim, homofon, dan homograf, semoga bisa kamu pahami dan memberikan manfaat bagi kamu yang membutuhkan.

sumber : buku bahasa indonesia oleh Widjono Hs.

Read More →

PENGERTIAN DEFINISI PENELITIAN DESKRIPTIF | DESCRIPTIVE RESEARCH

Pada postingan saya beberapa waktu sebelumnya saya sudah membagikan tentang Pendekatan Penelitian Kualitatif dan kuantitatif, paradigma penelitian,dan  Metode penelitian. Nah, kali ini saya ingin membagikan tentang Penelitian Deskriptif. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982 : 119). Penelitian Deskriptif ini juga sering disebut noneksperimen, karena pada penelitian ini peneliti tidak melakukan kontrol dan manipulasi variabel penelitian. Dengan penelitian metode deskriptif, memungkinkan peneliti untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Di samping itu, penelitian deskriptif juga merupakan penelitian dimana pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadan dan kejadian sekarang. Mereka melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya.
Pengertian Penelitian Deskriptif
Pada umumnya tujuan utama penelitian deskriptif adalah untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat. Dalam perkembangannya, akhir-akhir ini metode penelitian deskriptif banyak digunakan oleh peneliti karena dua alasan. Pertama, dari pengamatan empiris didapat bahwa sebagian besar laporan penelitian dilakukan dalam bentuk deskriptif. Kedua, metode deskriptif sangat berguna untuk mendapatkan variasi permasalahan yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia.

Di samping kedua alasan tersebut di atas, penelitian deskriptif pada umumnya menarik bagi para peneliti muda, karena bentuknya sangat sederhana dengan mudah dipahami tanpa perlu memerlukan teknik statiska yang kompleks. Walaupun sebenarnya tidak demikian kenyataannya. Karena penelitian ini sebenarnya juga dapat ditampilkan dalam bentuk yang lebih kompleks, misalnya dalam penelitian penggambaran secara faktual perkembangan sekolah, kelompok anak, maupun perkembangan individual. Penenelitian deskriptif juga dapat dikembangkan ke arah penenelitian naturalistic yang menggunakan kasus yang spesifik malalui deskriptif mendalam atau dengan penelitian seting alami fenomenologis dan dilaporkan secara thick description (deskripsi mendalam) atau dalam penelitian ex-postfacto dengan hubungan antarvariabel yang lebih kompleks.

Penelitian deskriptif yang baik sebenarnya memiliki proses dan sadar yang sama seperti penelitian kuantitatif lainnya. Disamping itu, penelitian ini juga memerlukan tindakan yang teliti pada setiap komponennya agar dapat menggambarkan subjek atau objek yang diteliti mendekati kebenaranya. Sebagai contoh, tujuan harus diuraikan secara jelas, permasalahan yang diteliti signifikan, variabel penelitian dapat diukur, teknik sampling harus ditentukan secara hati-hati, dan hubungan atau komparasi yang tepat perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran objek atau subjek yang diteliti secara lengkap dan benar.

Dalam penelitian deskriptif, peneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan tidak menetapkan peristiwa yang akan terjadi, dan biasanya menyangkut peristiwa-peristiwa yang terjadi saat ini. Dengan penelitian deskriptif, memungkinkan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan hubungan variabel atau asosiasi, dan juga mencari hubungan komparasi antar variabel.

Keunikan yang ada pada metode penelitian deskriptif antara lain seperti berikut:
  1. Penelitian deskriptif menggunakan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh responden yag sangat sedikit, akibatnya bias dalam membuat kesimpulan.
  2. Penelitian deskriptif yang menggunakan observasi, terkadang dalam pengumpulan data tidak memperoleh data yang memadai. Untuk itu diperlukan para observer yang terlatih dalam observasi, dan jika perlu membuat chek list lebih dahulu tentang objek yang perlu dilihat, sehingga peneliti memperoleh data yang diinginkan secara objektif dan reliable.
  3. Penelitian deskriptif juga membutuhkan permasalahan yang harus diindentifikasi dan dirumuskan dengan jelas, agar peneliti tidak mengalami kesulitan dalam menjaring data ketika di lapangan.(source)
Baca Juga:
Pendekatan  Penelitian Kuanitatif dan Kualitatif



    Read More →

    ORGAN BAGIAN-BAGIAN TUMBUHAN DAN FUNGSI KERJANYA

    OrganTumbuhan
     
    1. Akar
    Akar merupakan bagian tumbuhan yang berfungsi menyerap airdan mineral dari dalam tanah. Tidak semua akar dapat mengisap zat-zat makanan,tetapi hanya bagian tertentu saja yaitu bagian yang belum diliputi gabus danbagian yang belum tua. Bagian yang berperan dalam penghisapan makanan ini mudahmengalami kerusakan karena lingkungan yang tidak cocok, misalnya karena aerasiyang jelek, kurangnya kadar air dalam tanah, tingginya keasaman tanah.

    Bagian-bagian akar adalah sebagai berikut.
     
    a. Meristem apikal
    Meristem apikal terdapat di bagian ujung akar, merupakantitik awal pertumbuhan akar. Pembelahan meristem apikal membentuk daerahpemanjangan, dan kemudian daerah deferensiasi. Daerah diferensiasi dibagimenjadi dua, yaitu:
    a. Daerah pendewasaan jaringan primer
    b. Daerah jaringan primer yang sudah dewasa. Setelah ituterjadi pertumbuhan jaringan sekunder.

    b. Kaliptra
    Kaliptra merupakan tudung akar atau bagian yang menutupimeristem apikal. Kaliptra berfungsi sebagai sarung pelindung akar. Tudung akarberasal dari meristem apikal dan terdiri dari sel-sel parenkim. Sel seldipermukaannya terus menerus lepas secara berkesinambungan, dan sel dibawahnyamenjadi berlendir. Sel-sel baru terbentuk pada tudung akar bagian dalam darimeristem apikal.

    Struktur anatomi akar dari luar ke dalam adalah sebagaiberikut.
    a. Epidermis (lapisan luar/kulit luar)
    Epidermis akar terdiri atas satu lapis sel yang tersusunrapat. Epidermis akar umumnya tidak berkutikula. Pada daerah dekat ujung akar,sel-sel epidermis ini termodifikasi menjadi bulu-bulu akar. Bulu akar berfungsiuntuk memperluas bidang penyerapan.

    b. Korteks (lapisan pertama/kulit pertama)
    Korteks merupakan daerah antara epidermis dengan silinderpusat. Korteks terdiri atas sel-sel parenkim yang berdinding tipis dan tersusunmelingkar. Di dalam korteks terdapat ruang-ruang antarsel sebagai tempatpenyimpanan udara. Fungsi korteks adalah sebagai tempat penyimpanan cadanganmakanan.

    c. Endodermis (lapisan antara korteks dan stele)
    Lapisan endodermis akar terletak di sebelah dalam korteks,yaitu berupa sebaris sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Dinding selendodermis mengalami penebalan gabus. Penebalan berupa rangkaian berbentukpita. Penebalan seperti pita ini disebut pita kaspari. Penebalan semula berupatitik yang disebut titik kaspari. Penebalan gabus menyebabkan dinding sel tidakdapat ditembus oleh air. Untuk masuk ke silinder pusat, air melalui endodermisyang dindingnya tidak mengalami penebalan yang disebut dengan sel penerus.Endodermis berperan mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.

    d. Stele (silinder pusat, yaitu lapisan tengah akar)
    Silinder pusat terletak di sebelah dalam endodermis. Didalamnya terdapat pembuluh kayu (xilem), pembuluh tapis (floem) yang sangatberperan dalam proses pengangkutan air dan mineral, dan perisikel yang beradatepat di sebelah dalam endodermis. Perisikel berfungsi membentuk akar cabang.Akar ini akan menembus ke luar melalui endodermis, korteks, dan epidermis.Pertumbuhan cabang akar ini disebut pertumbuhan endogen. Pada tanaman dikotil,di antara xilem dan floem terdapat kambium ikatan pembuluh. Pada tanamanmonokotil, selain xilem dan floem terdapat empulur tetapi tidak terdapatkambium ikatan pembuluh.

    2.Batang
     
    Fungsi batang antara lain sebagai berikut :
    a. Mendukung tubuh tumbuhan.
    b. Sebagai alat transportasi air, mineral, dan bahan-bahanmakanan.
    c. Merupakan tempat tumbuhnya cabang, daun, dan bunga.

    Struktur batang lebih kompleks dibandingkan dengan akar.Batang ada yang tumbuh di atas tanah dan di bawah tanah. Batang yang tumbuh didalam tanah berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, misalnya pada tanamanjahe. Batang tumbuhan tersusun dari tiga sistem jaringan, yaitu:
    a. epidermis
    b. korteks
    c. endodermis

    Jenis batang pada tumbuhan angiospermae ada tiga, yaitu:
    1. Tipe lunak berair (herbaseus atau terna). Contoh:Kaktus.
    2. Tipe berkayu (lignosus). Contoh: Pohon mangga, pohonberingin, pohon jati.
    3. Tipe rumput (kalmus). Contoh: Tanaman padi.

     


    Read More →

    Minggu, 26 Februari 2012

    Pengangkutan Hasil Fotosintesis

    Pengangkutan Hasil Fotosintesis -Proses pengangkutan bahan makanan dalam tumbuhan dikenal dengan translokasi.Translokasi merupakan pemindahan hasil fotosintesis dari daun atau organ tempatpenyimpanannya ke bagian lain tumbuhan yang memerlukannya. Jaringan pembuluhyang bertugas mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan adalahfloem (pembuluh tapis). Zat terlarut yang paling banyak dalam getah floemadalah gula, terutama sukrosa. Selain itu, di dalam getah floem juga mengandungmineral, asam amino,dan hormon, berbeda dengan pengangkutan pada pembuluh xilemyang berjalan satu arah dari akar ke daun, pengangkutan pada pembuluh xylemyang berjalan satu arah dari akar kedaun, pengengkutan pada pembuluh floemdapat berlangsung kesegala arah, yaitu dari sumber gula (tempat penyimpananhasil fotosintesis) ke organ lain tumbuhan yang memerlukannya.


    Satu pembuluh tapis dalam sebuah berkas pembuluh bisa membawa cairan floemdalam satu arah sementara cairan didalam pipa lain dalam berkas yang sama dapatmengalir dengan arah yang berlaianan. Untuk masing – masing pembuluh tapis,arah transport hanya bergantung pada lokasi sumber gula dan tempat penyimpananmakanan yang dihubungkan oleh pipa tersebut.

    Read More →

    Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengangkutan Air Pada Tumbuhan

    Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengangkutan Air Pada Tumbuhan

    a. Daya Hisap Daun (Tarikan Transpirasi)
    Pada organ daun terdapat proses penguapan air melalui mulut daun (stomata )yang dikenal sebagai proses transpirasi. Proses ini menyebabkan sel daunkehilanagan air dan timbul tarikan terhadap air yang ada pada sel – sel dibawahnya dan tarikan ini akan diteruskan molekul demi molekul, menuju ke bawahsampai ke seluruh kolom air pada xilem sehingga menyebabkan air tertarik keatas dari akar menuju ke daun. Dengan adanya transpirasi membantu tumbuhandalam proses penyerapan dan transportasi air di dalam tumbuhan. Adapuntranspirasi itu sendiri merupakan mekanisme pengaturan fisiologis yan gherhubungan dengan proses adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan.

    Ada beberapa factor yang mempengaruhi proses kecepatan transparasi uapair dari daun, yaitu:

    1) Temperatur udara, makin tinggi temperature , kecepatan transprasiakan semakin tinggi.
    2) Instensitas cahaya matahari, semakin tinggi intesitas cahaya matahariyang diterima daun, maka kecepatan transpirasi akan semakin tinggi.
    3) Kelembaban udara
    4) Kandungan air tanah.

    Di samping itu, transpirasi juga dipengaruhi oleh faktor dalam tumbuhan diantaranya adalah banyaknya pembuluh, ukuran sel jaringan pengangkut, jumlah,dan ukuran stomata.
    b. KapilaritasBatang
    Pengangkutan air melalui pembuluh kayu (xilem), terjadi karena pembuluh kayu(xilem) tersusun seperti rangkaian pipa-pipa kapiler.

    Dengan kata lain, pengangkutan air melalui xilem mengikuti prinsip kapilaritas.Daya kapilaritas disebabkan karena adanya kohesi antara molekul air dengan airdan adhesi antara molekul air dengan dinding pembuluh xilem. Baik kohesi maupunadhesi ini menimbulkan tarikan terhadap molekul air dari akal sampai ke daunsecara bersambungan.
    c. Tekanan Akar
    Akar tumbuhan menyerap air dan €taram mineral baik siang maupun malam. Padamalam hari, ketika transpirasi sangat rendah atau bahkan nol, sel-sel akarmasih tetap menggunakan energi untuk memompa ion – ion mineral ke dalam xilem.Endodermis yang mengelilingi stele akar tersebut membantu mencegah kebocoranion - ion ini keluar dari stele.

    Akumulasi mineral di dalam stele akan menurunkan potensial air. Air akan mengalirmasuk dari korteks akar, menghasilkan suatu tekanan positif yang memaksa cairannaik ke xilem. Dorongan getah xilem ke arah atas ini disebut tekanan akar (roofpressure). Tekanan akar juga menyebabkan tumbuhan mengalami gutasi, yaitukeluarnya air yang berlebih pada malam hari melalui katup pelepasan (hidatoda)pada daun.

    Biasanya air yang keluar dapat kita lihat pada pagi hari berupa tetesan ataubutiran air pada ujung-ujung helai daun rumput atau pinggir daunkecil herba (tumbuhan tak berkayu) dikotil.


    Read More →

    Proses Pengangkutan Air dan Garam Mineral Pada Tumbuhan

    Proses Pengangkutan Air dan Garam Mineral -Pengangkutan air dan garam - garam mineral pada tumbuhan tingkat tinggi,seperti pada tumbuhan biji dilakukan melalui dua mekanisme pertama, air danmineral diserap dari dalam tanah menuju sel - sel akar.

    Pengangkutan ini dilakukan diluar berkas pembuluh, sehingga disebut sebagaimekanisme pengangkutan ekstravaskuler. kedua , air dan mineral diserap olehakar. selanjutnya diangkut dalam berkas pembuluh yaitu pada pembuluh kayu(xilem), sehingga proses pengangkutan disebut pengangkutan vaskuler.

    Air dan garam mineral dari dalam tanah memasuki tumbuhan melalui epidermisakar, menembus korteks akar, masuk ke stele dan kemudian mengalir naik kepembuluh xilem sampai pucuk tumbuhan.
    a.Pengangkutan Ekstravaskuler
    Dalam perjalanan menuju silinder pusat, air akan bergerak secara bebas diantara ruang antar sel. Pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah di luarberkas pembuluh ini dilakukan melalui 2 mekanisme, yaitu apoplas dan simplas.

    1. Pengangkutan Apoplas

    Pengangkutan sepanjang jalur ekstraseluler yang terdiri atas bagian takhidup dari akar tumbuhan, yaitu dinding sel dan ruang antar sel. air masukdengan cara difusi, aliran air secara apoplas tidak tidak dapat terus mencapaixilem karena terhalang oleh lapisan endodermis yang memiliki penebalan dindingsel dari suberin dan lignin yang dikenal sebagai pita kaspari. Dengan demikian,pengangkutan air secara apoplas pada bagian korteks dan stele menjadi terpisah.

    2. Pengangkutan Simplas

    Padap engangkutan ini, setelah masuk kedalam sel epidermis bulu akar, airdan mineral yang terlarut bergerak dalam sitoplasma dan vakuola, kemudianbergerak dari satu sel ke sel yang lain melaluivplasmodesmata. Sistempengangkutan ini , menyebabkan air dapat mencapai bagian silinder pusat. Adapunlintasan aliran air pada pengangkutan simplas adalah sel - sel bulu akar menujusel - sel korteks, endodermis, perisikel, dan xilem. dari sini , air dan garammineral siap diangkut keatas menuju batang dan daun.

    b. Pengangkutan melalui berkas pengangkutan (pengangkutanintravaskuler)
    Setelah melewati sel - sel akar, air dan mineral yang terlarut akan masuk kepembuluh kayu (xilem) dan selanjutnya terjadi pengangkutan secara vertikal dariakar menuju batang sampai kedaun. Pembuluh kayu disusun oleh beberapa jenissel, namun bagian yang berperan penting dalam proses pengangkutan air danmineral ini adalah sel - sel trakea. Bagian ujung sel trakea terbuka membentukpipa kapiler. Struktur jaringan xilem seperti pipa kapiler ini terjadi karenasel - sel penyusun jaringan tersebut tersebut mengalami fusi (penggabungan).Air bergerak dari sel trakea satu ke sel trakea yang di atasnya mengikutiprinsip kapilaritas dan kohesi air dalam sel trakea xilem.

    Read More →

    JARINGAN PENGANGKUT (VASKULER) XILEM DAN FLOEM PADA TUMBUHAN

    Jaringanpengangkut (vaskuler) - Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi berupaxilem dan floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, serta unsur lain sepertiserabut xilem dan parenkim xilem.
     
    1) Xilem
     
    Umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati, dinding sangattebal tersusun dari zat lignin sehingga xylem berfungsi juga sebagai jaringanpenguat. Xilem berfungsi mengangkut air dari akar melewati batang dan menuju kedaun. Unsur xilem terdiri atas unsur trakeal, serabut xilem, dan parenkimxilem.
     
    2) Floem
     
    Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daunmenuju ke seluruh tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsurtapis, sel pengiring, parenkim floem, dan serabut floem. Berdasarkan posisixilem dan floem, berkas pengangkut dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitukolateral, konsentris, dan radial.
     
          1) Tipe kolateral

    Berkas pengangkut disebut kolateral jika berkas pengangkutxilem dan floem terletak berdampingan. Floem berada di bagian luar dari xilem.
    Tipe kolateral dibagi menjadi 2, yaitu kolateral terbukadan kolateral tertutup. Jika antara xilem dan floem terdapat kambium makadisebut kolateral terbuka. Kolateral terbuka dijumpai pada dicotyledon dangymnospermae.  Pada kolateral tertutup, antara xilem dan floem tidakterdapat kambium misal pada monocotyledon.
     
          2) Tipe konsentris

    Tipe berkas pengangkut disebut konsentris apabila xylemdikelilingi floem atau sebaliknya.
     
          3) Tipe radial

    Disebut tipe radial apabila xilem dan floem letaknyabergantian menurut jari-jari lingkaran. Contoh pada akar monocotyledon.


    Read More →

    JARINGAN PADA TUMBUHAN | DEFINISI JARINGAN DAN ORGAN-ORGAN TUMBUHAN

    Apa sajakah bagian-bagian dari tumbuhan? dan apa saja fungsi dari setiap bagian-bagian tanaman tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita simak penjelasan berikut ini. Pada umumnya tanaman itu terdiriatas berbagai macam organ seperti akar, batang, daun, buah, bunga dan biji.Masing-masing organ tersebut memiliki peranan penting bagi tumbuhan. Bagaimanastruktur dari masing-masing organ tumbuhan tersebut? Jaringan apa sajakahyang menyusun organ-organ tersebut? Yuk, lihat lebih jauh:\

    A. Jaringan pada Tumbuhan

    Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur danfungsi yang sama. Pada awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukanpembelahan diri. Namun, pada perkembangan lebih lanjut, pembelahan sel hanyaterbatas pada jaringan yang bersifat embrionik. Jaringan yang bersifatembrionik adalah jaringan meristem yang selalu membelah diri. Pada korteksbatang terjadi pembelahan tetapi pembelahannya sangat terbatas. Sel meristemtumbuh dan mengalami spesialisasi membentuk berbagai macam jaringan. Jaringanyang terbentuk tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk membelah diri lagi.Jaringan ini disebut jaringan dewasa.


       1. Jaringan Meristem

    Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerusmembelah. Berdasarkan asal usulnya, jaringan meristem dikelompokkan menjadi 2,yaitu :

            a. Jaringan meristem primer

    Jaringan meristem primer merupakan perkembangan lebihlanjut dari pertumbuhan embrio. Contohnya ujung batang dan ujung akar. Meristemyang di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Aktivitas jaringanmeristem primer mengakibatkan batang dan akar bertambah panjang. Pertumbuhanjaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.

           b. Jaringan meristem sekunder

    Jaringan meristem ini berasal dari jaringan dewasa, yaitukambium dan gabus. Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhansekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuhtumbuhan.

    Berdasarkan posisi dalam tubuh tumbuhan, meristemdibedakan menjadi tiga, yaitu :
    a. Meristem apikal; terdapat di ujung pucuk utama, pucuklateral, serta ujung akar.
    b. Meristem interkalar; terdapat di antara jaringandewasa, contoh pada pangkal ruas suku rumput-rumputan.
    c. Meristem lateral; terletak sejajar dengan permukaanorgan tempat ditemukannya. Contohnya kambium dan kambium gabus (felogen).

       2. Jaringan Dewasa

    Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhentimembelah. Sifat-sifat jaringan dewasa antara lain sebagai berikut.
    a. Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri.
    b. Ukuran relatif besar dibanding sel meristem.
    c. Memiliki vakuola yang besar.
    d. Kadang-kadang selnya sudah mati.
    e. Dinding sel telah mengalami penebalan.
    f. Terdapat ruang antarsel.

    Menurut asal meristemnya, jaringan dewasa dibedakan atasjaringan primer dan jaringan sekunder. Jaringan primer berasal dari meristemprimer, sedangkan jaringan sekunder berasal dari meristem sekunder.
    Jaringan dewasa penyusun organ tumbuhan tingkat tinggiantara lain :

           a. Jaringan pelindung (epidermis)

    Jaringan ini terdapat pada permukaan organ-organ tumbuhanprimer seperti akar, batang, daun, buah, dan biji. Jaringan epidermis berfungsimelindungi bagian dalam tumbuhan dari pengaruh faktor luar yang merugikanpertumbuhannya. Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat-alat tambahanlain (derivat epidermis), misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, selsilica, dan sel gabus.


           b. Jaringan dasar (parenkim)

    Jaringan ini terbentuk dari sel-sel hidup dengan strukturmorfologi dan fisiologi yang bervariasi dan masih melakukan kegiatan prosesfisiologis. Pada daun, parenkim merupakan mesofil daun yang kadangberdiferensiasi menjadi jaringan tiang dan jaringan bunga karang.


           c. Jaringan penyokong (penguat)

    Jaringan penyokong merupakan jaringan yang memberikekuatan bagi tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokongdibedakan menjadi 2 yaitu :

               1) Jaringan kolenkim

    Jaringan kolenkim terdiri atas sel-sel yang bagian sudutdinding selnya mengalami penebalan selulosa dan sel-selnya hidup. Jaringan initerdapat pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan danperkembangan. Kolenkim mempunyai protoplas, sel primer yang lebih tebaldaripada sel parenkim. Jaringan kolenkim biasanya berkelompok dalam bentukuntaian atau silinder. Oleh karena kolenkim tidak mempunyai dinding sekunderdan bahan penguat (lignin) maka kolenkim dapat menyokong batang tanpa menghalangipertumbuhan. Kolenkim tumbuh memanjang mengikuti daun dan akar yangdisokongnya.


                   2) Jaringan sklerenkim

    Jaringan sklerenkim tersusun oleh sel-sel mati yangseluruh dindingnya mengalami penebalan sehingga memiliki sifat kuat. Jaringanini hanya dijumpai pada bagian tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhandan perkembangan. Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut (serat-seratsklerenkim) dan sklereid (sel batu). Serabut umumnya dalam bentuk untaian ataudalam bentuk lingkaran. Di dalam berkas pengangkut, serabut biasanya berbentukseludang yang berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yangtersebar di dalam xilem dan floem. Sklereid lebih pendek daripada serat.


    d. Jaringan pengangkut (vaskuler)

    Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi berupaxilem dan floem. Xilem terdiri atas trakea, trakeid, serta unsur lain sepertiserabut xilem dan parenkim xilem.

    1) Xilem

    Umumnya sel-sel penyusun xilem telah mati, dinding sangattebal tersusun dari zat lignin sehingga xylem berfungsi juga sebagai jaringanpenguat. Xilem berfungsi mengangkut air dari akar melewati batang dan menuju kedaun. Unsur xilem terdiri atas unsur trakeal, serabut xilem, dan parenkimxilem.

    2) Floem

    Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daunmenuju ke seluruh tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas buluh tapis, unsur-unsurtapis, sel pengiring, parenkim floem, dan serabut floem. Berdasarkan posisixilem dan floem, berkas pengangkut dapat dibedakan menjadi 3 tipe, yaitukolateral, konsentris, dan radial.
    1) Tipe kolateral
    Berkas pengangkut disebut kolateral jika berkas pengangkutxilem dan floem terletak berdampingan. Floem berada di bagian luar dari xilem.
    Tipe kolateral dibagi menjadi 2, yaitu kolateral terbukadan kolateral tertutup. Jika antara xilem dan floem terdapat kambium makadisebut kolateral terbuka. Kolateral terbuka dijumpai pada dicotyledon dangymnospermae.  Pada kolateral tertutup, antara xilem dan floem tidakterdapat kambium misal pada monocotyledon.
    2) Tipe konsentris
    Tipe berkas pengangkut disebut konsentris apabila xylemdikelilingi floem atau sebaliknya.
    3) Tipe radial
    Disebut tipe radial apabila xilem dan floem letaknyabergantian menurut jari-jari lingkaran. Contoh pada akar monocotyledon.

    e. Jaringan sekretoris

    Jaringan sekretoris disebut juga kelenjar internal karenasenyawa yang dihasilkan tidak keluar dari tubuh. Jaringan sekretoris dibagimenjadi sel kelenjar, saluran kelenjar, dan saluran getah. Sel kelenjarmengandung bermacam senyawa hasil metabolisme. Saluran kelanjar adalah selberdinding tipis dengan protoplasma yang kental mengelilingi suatu ruas berisisenyawa yang dihasilkan oleh sel-sel tersebut. Saluran getah terdiri atassel-sel atau sederet sel yang mengalami fusi, berisi getah, dan membentuk suatusistem jaringan yang menembus jaringan-jaringan lain.

    Read More →