Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 16 November 2011

Sebuah Dunia Transparan

"Apa aku benar-benar kehilangan hari itu? Aku  telah lama melupakannya

Dalam senja kami berdua mulai menjadi tak tentu Namun, kami tak akan kembali

Suatu tempat terlihat hatiku yang patah dan rapuh
Tertutup dan tersembunyi, ditutupi dan disembunyikan oleh kata-kata dengan alasan yang kuat

Kau berkata bahwa kita tak akan bertemu lagi, jadi benar inikah? Perpisahan
Walaupun dunia ini musnah, aku akan tetap berlari, melawan rasa sakit ini

Serpihan kaca, aroma padang rumput, luka saat musim panas
Hei, Dimana mereka semua?

Entah kenapa, air yang begitu jernih tiba-tiba menjadi keruh dan penuh lumpur
Saat kau mengetahui ku yang telah bertambah kuat

Air yang bergelombang, membiaskan bayanganku yang sebenarnya. 
Cahaya yang begitu bersinar, ya begitu bersinar.

Saat kau harus memilih perubahan, kita saling melambaikan tangan saat perpisahan.
Tapi aku tetap disini, banyak malam yang telah kulalui, dan aku ingin menangis.

 Apa aku benar-benar kehilangan hari itu?

Kau berkata bahwa kita tak akan bertemu lagi, jadi benar inikah? Perpisahan
bagaimanapun aku harus membuat dunia ini berlari sepertiku, lebih dari masa depan yang pernah kulihat."

0 komentar :

Poskan Komentar

Blog Archive